You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sekjen OIC-CA, Apresiasi, Kerukunan, Beragama, Jakarta
photo Doc - Beritajakarta.id

Sekjen OIC-CA: Toleransi dan Kerukunan Beragama di Jakarta Bisa Jadi Contoh

Sekretaris Jenderal Organization Islamic Cooperation Cultural Activity (OIC-CA) Bidang Kemanusiaan, Sosial dan Budaya, Tarig Ali Bakhit Salah sangat mengapresiasi kerukunan umat beragama di Jakarta.

Kami dari OIC-CA sangat mengapresiasi 

Tariq mengatakan, saat berada di Jakarta dirinya sudah berkunjung ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang lokasinya berdekatan.

Heru Ajak Tokoh Agama dan Masyarakat Jaga Kerukunan di Tengah Keberagaman

"Sangat jelas, nilai-nilai toleransi dan kerukunan di sini sangat tinggi, bisa menjadi contoh. Kami dari OIC-CA sangat mengapresiasi ini (diterjemahkan -red)," ujarnya, usai acara Welcoming Dinner OIC-CA Indonesia 2023 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (7/7) malam.

Menurutnya, Jakarta juga menjadi cerminan modernisasi dan role model yang sangat baik tentang menjaga kerukunan dan kedamaian.

"Ini sangat penting untuk menegaskan Islam yang rahmatan lil alamin. Jadi, komentar saya Jakarta, Indonesia sangat bagus," terangnya.

Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma yang hadir mewakili Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menuturkan, kerukunan antar umat beragama menjadi bagian yang ingin dilihat dan diketahui dari para delegasi yang hadir di Jakarta.

"Salah satu wujud kerukunan itu, di sini bisa ditunjukkan dengan keberadaan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, juga Gereja Immanuel yang lokasinya sangat berdekatan. Saya ingin Jakarta, khususnya di Jakarta Pusat Islam yang damai dan menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta bisa terjaga," ungkapnya.

Dhany menjelaskan, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral juga menjadi cerminan dari kebhinekaan di Jakarta. Begitu banyak perbedaan agama, suku, bahasa hingga adat istiadat.

"Semua perbedaan ini dalam Islam hakekatnya untuk saling mengenal dan bukan menjadi alasan untuk berselisih. Justru kita harus saling menghormati dan menghargai perbedaan yang memang merupakan sunnatullah, tapi persatuan ini perlu terus kita ikhtiarkan," bebernya.

Sementara itu, salah seorang delegasi asal Indonesia dari Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia, Rini Asriasni mengungkapkan, orientasi dari kegiatan OIC-CA adalah perkenalan budaya bernuansa Islami dari 56 negara anggota.

"Dalam kegiatan ini juga akan diisi dengan diplomasi dari negara-negara OIC-CA," ucapnya.

Ia menambahkan, pertemuan nantinya akan berlangsung di Samarinda dan Balikpapan mulai 8-14 Juli 2023. Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Jakarta pada 7 Juli 2023.

"Dalam diplomasi ini menjadi kesempatan dari generasi muda Islam untuk belajar tentang diplomasi. Nantinya, kita juga akan dilakukan Model Organization Islam Cooperation dari pemuda di masing-masing negara untuk menyampaikan isu yang diangkat," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 1.525 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Teken Perpanjangan Kontrak Kerja

    access_time01-07-2026 remove_red_eye2282 personAnita Karyati
  2. Pengecoran Tanggul Dermaga Pulau Untung Jawa Capai 57 Persen

    access_time29-06-2026 remove_red_eye1032 personAnita Karyati
  3. Bank Jakarta dan BEI Dorong Pertumbuhan Berkualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

    access_time01-07-2026 remove_red_eye901 personFakhrizal Fakhri
  4. Rano Kampanyekan Pilah Sampah Saat Karnaval Jakarta Penuh Warna

    access_time28-06-2026 remove_red_eye864 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Bantaran Anak Kali Ciliwung di Pinangsia Ditanami Pohon

    access_time03-07-2026 remove_red_eye805 personBudhi Firmansyah Surapati